Ganti Penampilan
Bacaan Sebelumnya: Bertanya kepada Ahlinya
Tiga Puluh Hari Mencari Cinta: Hari #5
Misi 1: Dandan, Dong!
Hari ini adalah hari di mana kita akan belajar merawat diri, dan fokusnya adalah penampilan kita, alias dandan.
Sebagaimana yang umumnya kita tahu, kita sendiri atau lingkungan teman cowok di sekitar kita banyak yang menolak dandan. Alasannya macam-macam, mulai dari yang memang hobinya bangun siang sehingga kalau harus dandan berapi-rapi itu bakal membuat kita telat ngampus atau ngantor, lalu ada juga yang — jangankan dandan — mandi saja malas, sampai ada pula yang alasannya khawatir dicap sebagai pria pesolek atau malah banci. Maka daripada itu, kalau teman-teman kita punya kelakuan macam demikian, kita jangan sampai ikut-ikutan. Dan, kalau ternyata kita sendiri yang suka bertingkah demikian, demi Tuhan (Wiguna, 2013), mulai sekarang kita harus bertobat dari ajaran sesat tersebut.
Kenapa begitu? Karena begini… Ketika kita bicara soal bagaimana menarik perhatian wanita, kita sering sekali beranggapan seolah-olah penampilan adalah satu-satunya variabel yang tidak dapat diubah. Kalau kita merasa muka kita butut sekali — meskipun tidak lebih butut daripada mukanya Ronaldinho Gaucho — ya sudah, terima nasib saja…kita nggak mungkin bisa pacaran sama pramugari low-cost airlines atau model kalender yang cantik-jelita. Lha, apalah kita ini? Sudah mukanya butut, nggak ada daya tarik lainnya pula. Si Ronaldinho, sih, mending…walaupun jelek, tapi dribelnya maut. Nah, sudah jago main bola, kaya-raya pula. Masih bisa terkompensasilah soal kekurangan mukanya. Lha, kita?
Akhirul kalam, kita cuma bisa misuh-misuh dalam hati. Gara-gara faktor genetik yang kurang menunjang, kita jadi kehilangan harapan.
Eh, kehilangan harapan? Salah!

Salah pertama, dan ini fundamental, pria itu lemah di mata sementara wanita lemah di telinga. Kita tertarik dengan lawan jenis biasanya karena faktor fisik, faktor yang terlihat oleh mata kita, sementara perempuan tidaklah demikian. Akannya tetapi, meskipun perempuan boleh dibilang tidak tertarik dengan lawan jenisnya karena faktor fisik, bukan berarti kita boleh tampil awut-awutan ketika melakukan tindakan pendekatan. Cewek itu sudah dari sananya senang dengan kerapian dan keteraturan, yang makanya kalau kita perhatikan, sejak kecil para cewek senang sekali bermain yang melibatkan hal tata-menata, misalnya main rumah-rumahan.
Salah kedua, seperti halnya perempuan yang bisa melakukan tindakan melangsingkan tubuh, nggedein toket, atau ngecat rambut mereka, kita para cowok juga bisa meng-upgrade penampilan diri kita. Kita berniat untuk mempelajari cara berinteraksi dengan wanita, kita bisa belajar bagaimana caranya membuka obrolan dengan mereka, kita belajar tentang meningkatkan kepercayaan diri, maka — dengan cara yang sama — kita juga bisa belajar bagaimana caranya berpenampilan menarik. Nggak peduli bagaimana pun penampilan kita saat ini, kita bisa, kok, tampil lebih baik lagi.

