Strategi Mengirim dan Membalas Pesan
Bacaan Sebelumnya: Perbedaan Antara SMS, WhatsApp, dan Facebook
Sekarang kita sampai ke problem utamanya.
Setelah kita memiliki nomor telepon seorang wanita, apa yang kemudian mesti kita lakukan? Haruskah kita mengiriminya pesan instan sesegera mungkin, atau nanti-nanti aja, deh, atau kita mau memakai strategi klasik yang banyak dipakai sama predator-predator wanita di luar sana: menahan diri selama tiga hari dulu sebelum mengirimkan sebuah pesan instan? Terus juga, seberapa cepat kita harus mengajaknya untuk nge-date setelah kita ngobrol-ngobrol via teks dengannya?
Ketika kita bicara soal strategi kencan, ini mungkin kedengarannya kayak yang nggak ada empati-empatinya, tapi memang beginilah kenyataannya, John, bahwa di masyarakat sekarang ini, wa bil khusus di kota-kota besar, manusia-manusianya memiliki kehidupan yang super sibuk. Banyak hal yang bergerak dengan cepat. Maka karena sibuknya manusia-manusia ini, sambil mengabaikan faktor-faktor yang bisa mempengaruhi kehidupan seorang perempuan, kita harus melakukan pendekatan pada sejumlah cewek via teks dalam waktu yang relatif bersamaan, sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya. Jadi pada lanjutannya, untuk mengakomodir keharusan tersebut, kita wajib memiliki disiplin ketat serta memiliki rencana yang jitu bin mumpuni.
Pengaturan Waktu Alias Timing
Saat kita sudah memiliki nomor telepon mbak-mbak incaran kita, apakah kita boleh langsung hajar bleh kirim pesan ke beliaunya? Tentu saja. Tentu saja tergantung keadaan, maksudnya. Kalau cewek itu kita kenal lewat profesi dan kerjaan kita, atau kalau wanita tersebut kita adalah hasil interaksi di lingkungan pergaulan kita, alias teman kita kebetulan adalah temannya si mbak juga, tahan diri dikit, Bung! Jangan langsung main hajar. Tapi, seandainya nomor telepon si perempuan kita dapatkan lewat cold approach, alias usaha kita untuk berkenalan sendiri, entah itu kenalannya siang atau malam hari, sangat disarankan bagi kita untuk mengirim pesan instan pertama kita dalam waktu sejam setelah bertemu dengannya.
Ada Apa dengan Satu Jam?
Alasan sebenarnya sungguh sederhana. Namanya saja hidup di kota, itu artinya kita hidup di tempat yang bergerak dengan cepat. Tapi ini bukan berarti kalau kita nggak cepat-cepat beraksi, maka si cewek bakalan disikat sama orang lain. Ini lebih ke arah nggak ada salahnya kalau kita membuat kehadiran kita secara digital dalam hidupnya bisa dirasakan sesegera mungkin.
Ini juga lebih ke arah yang, yeah, kalau kita sadari, akhir-akhir ini kita semua — dan terutama kaum hawa — sudah sebegitunya terbiasa dengan smartphone, pesan instan, dan media sosial yang membuat rentang perhatian kita terhadap banyak hal menjadi semakin pendek, yang artinya komunikasi juga dituntut untuk berlangsung dengan cepat.
Poin lainnya lagi, kita bisa memastikan keberadaan kita dalam hidup si wanita secepat mungkin. Jadi ke depannya, kemungkinan kita untuk mendapatkan manfaat potensial dari hubungan kita dengan si mbak pun akan semakin besar pula persentasenya.
Ada sedikit tips bandel buat kita di sini. Kalau kita kenalan sama cewek di tempat clubbing, kemudian kita berhasil mengajaknya ke tempat lain di malam itu juga, kirimkan pesan yang agak nakal ke hapenya sebelum kita pamitan karena ada kemungkinan si mbak nantinya bakalan horny dan kita punya peluang yang besar untuk nantinya ketemuan lagi sama dia. Hal yang sama berlaku juga kalau kita kenalannya siang-siang. Jika kita kenalan jam 14.00 dan kerasa ada chemistry dalam interaksi antara kita dan dia, maka tidak akan ada yang bisa menghalangi kita untuk janjian ketemuan pas malamnya di hari itu juga, kecuali Gusti Allah.

