Dunia Maya

Dari Chatting-an ke Kencan

Selamat! Seorang gadis nan manis baru saja memberikan nomor handphone alias HP-nya ke kita. Sekaranglah saatnya kita beraksi!

Cewek itu, mungkin dia dikenalkan oleh teman kita yang juga temannya, mungkin kita ketemu beliaunya di kafe, tempat dugem, mal, atau rental komik di area tempat tinggal kita. Berikutnya, kita sempat ngobrol sama si mbak selama sejenak, dua jenak, atau malah tiga jenak. Akhirul kalam, singkat kata singkat cerita, lewat sebuah keberanian yang kita kumpulkan mati-matian, kita berhasil meminta nomor HP-nya.

Atau malah boleh jadi saat itu ramalan bintang kita sedang cemerlang. Dia sendiri yang berinisiatif memberikan nomornya ke kita. Pokoknya, apapun latar belakangnya, kita sedang senang. Kita pulang ke rumah dengan angka-angka baru di ponsel kita, dan kita nggak sabar untuk kontak-kontakan kemudian janjian jalan bareng.

Hari berikutnya, dengan penuh harapan, kita mengirim pesan ke smartphone-nya. Kita bilang, betapa senangnya kita bisa berkenalan sama dia, dan betapa kita kepengen bisa ketemu lagi terus ngobrol-ngobrol langsung lagi sama beliaunya.

Tiga puluh menit kemudian, nggak ada jawaban. Kita tidak patah semangat, kita tunggu. Sejam berikutnya, masih belum ada respon. Kita mulai meninggalkan HP kita, mencoba mengalihkan pikiran kita ke persoalan lainnya. Nantinya kita ngecek HP kita lagi, eh, belum ada balasan juga. Kita mulai berpikir untuk misuh, lha, kok, diamput!

Sekarang kita mulai mencoba mengevaluasi, apakah struktur kalimat yang kita kirimkan sudah benar? Haruskah kita mengirim pesan susulan, untuk memastikan? Tapi…duh, jangan-jangan nantinya kita malah dikira cowok murahan, yang putus asa gara-gara melulu ditolak wanita. Malam pun tiba, tanpa seteks pun balasan darinya, dan kita memutuskan pergi tidur sambil sedikit sedih karena respon yang kita inginkan tak kunjung datang. Setengah cemas kita berharap, semoga besok sudah ada balasan darinya.

Sayang, yang ada kemudian adalah kita nggak pernah mendengar kabarnya lagi 🙁

Lebih malangnya lagi, kisah seperti barusan ternyata adalah resiko yang cukup adil tentang apa yang biasanya terjadi ketika seorang wanita memberikan nomor teleponnya kepada kita, para pria. Perkara pertama yang mesti kita sadari adalah mendapatkan nomor ponsel seorang cewek cakep itu sendiri adalah sudah serupa kemenangan bagi kita. Perkaranya, pada era big data seperti sekarang ini, ketika seorang perempuan dengan mudah memberikan nomor teleponnya, hal itu bisa terjadi karena beberapa alasan.

Kemungkinan pertama, kalau kita kenalan dengannya di tempat clubbing, besar kemungkinannya kalau yang bersangkutan sedang mabuk, dan dia nggak benar-benar berpikir ketika memberikan nomornya. Kalau kita ketemu dengannya di kafe, boleh jadi dia memberikan nomor teleponnya untuk menyingkirkan kita, supaya kita nggak rewel lagi mengganggunya di situ.

Yang jelas, ketika seorang perempuan mengobrol dengan seorang laki-laki dengan cukup sopan, dia akan cenderung untuk memberikan nomor teleponnya ketimbang harus langsung menolak, yang bisa jadi akan mengakibatkan situasi canggung pada saat itu. Tentu saja sebenarnya si wanita tidak memiliki niat untuk chatting lagi dengan kita di masa-masa berikutnya. Lagipula apa susahnya memblok nomor telepon lelaki yang tidak diinginkannya?

1 2

Mas Quentin

Campuran James Bond dan Buto Cakil. Mengandung Lactobacillus casei. Baik bagi kesehatan janin :)

0 0 votes
Article Rating

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x