Dari Chatting-an ke Kencan
Maka dari itu, Bung, kita harus paham bahwa tidak ada senjata mahadewa dalam kasus ini. Tidak ada kombinasi kata dan emoticon rahasia yang menjamin seorang perempuan bakalan horny dan memohon-mohon supaya kita sudi ngihik-ihikin dia malam ini. Kalau proses ketertarikan sudah terbangun dengan benar sejak awal interaksi, maka permainan teks hanyalah sebuah tindakan lanjutan. Sebaliknya pula, jika si wanita sejak awal memang tidak tertarik dengan kita saat kita bertemu langsung, maka seberapapun bagusnya rangkaian kata dari kita tidak akan membuatnya berubah pikiran.
Tapi jangan berkecil-hati. Bukan berarti tidak ada seni untuk kirim-kiriman pesan instan dengan wanita sama sekali. Tentu saja ada, dong!
Walaupun pada prinsipnya berkirim pesan tidak bisa menciptakan sesuatu dari ketiadaan, tapi berkirim pesan yang nggak tepat malah akan bisa mengacaukan apa yang seharusnya menjadi bernilai positif.
Coba saja kita lihat, di kota-kota besar kayak Surabaya, Bandung, atau Jakarta, sebagian besar gadis-gadisnya menunduk menatap layar HP-nya, sibuk kirim-kiriman pesan via WhatsApp, Line, Facebook, Instagram, atau bahkan Tinder!
Jadi berapa pun umur kita, dan bagaimana pun pendapat kita soal perkembangan teknologi gadget, penting bagi kita supaya paham bagaimana teknologi ini digunakan demi mengembangkan strategi pendekatan (PDKT) yang tepat. Meskipun kita bukanlah jenis manusia yang tidak bisa lepas dari smartphone kita, boleh jadi wanita incaran kita justru sebaliknya, dan sudah seharusnya pula kita menyiapkan taktik di medan pertempuran yang satu ini.
Tidak cuma kesalahan berkirim pesan yang mesti kita hindari, tetapi kita juga harus melakukan strategi yang bernilai positif untuk menambah daya tarik kita di mata setiap wanita yang memiliki minat minimalis terhadap diri kita. Maka jadikan materi ini sebagai sebuah rujukan ketika melakukan nego-nego dalam menghadapi pasang-surutnya situasi kencan di era modern.
Seberapapun level keluwesan kita dengan perempuan, apakah kita petualang wanita seperti Giacomo Casanova atau Don Juan, pemula yang masih suka gagap dan cemas ketika berbicara dengan gadis manis, atau cowok sosialita yang mungkin sedang mencari pasangan, entah untuk hubungan jangka panjang yang serius atau teman satu malam, ada suatu bahan di sini untuk kita. Saya sendiri sudah sering berkenalan dan berkencan dengan banyak perempuan, mengirimkan ribuan teks ke mereka, serta menjadi narasumber bagi teman-teman pria saya untuk melakukan hal yang sama.
Saya juga sudah pernah membuat setiap kesalahan yang mungkin terjadi ketika chatting, selain menikmati beberapa kesuksesan besar. Prinsip-prinsip, tips, dan trik yang paling praktis dari keseluruhan pengalaman saya, saya catatkan di tutorial ini. Semuanya dapat dipraktikkan saat ini juga atau nanti begitu kita mendapatkan nomor telepon dari gadis cantik berikutnya 😉
Tema yang saya bahas di sini, meliputi bagaimana menambang nomor HP, perbedaan antara SMS konvensional, WhatsApp, Facebook Messenger, aplikasi-aplikasi lainnya, sampai juga Tinder (sejujurnya, sih, Tinder adalah sebuah fenomena yang layak dijadikan satu bahasan khusus tersendiri), kemudian juga bagaimana cara chatting dengan perempuan, dan tentu saja bagaimana menutup perbincangan dengan cool serta terkesan “mahal”, hohoho!
Seperti halnya permainan lainnya, kirim-kiriman pesan sangat tergantung pada individu dan kepribadian pemain-pemainnya — kita sendiri dan wanita-wanita target kita — sehingga tidak ada patokan salah dan benar yang baku dan rigid. Kita harus mampu mengira-ngira dan menilai setiap individu berdasarkan latar belakang mereka sendiri. Tapi tetap, kalau kita merujuk pada prinsip-prinsip yang akan kita bahas di sini maka kita akan menemukan bahwa — lebih banyak yang berhasil ketimbang yang gagal — semuanya akan berjalan mulus, semulus Sophia Latjuba meskipun aslinya, ya dia sudah tua 

Bacaan Selanjutnya: Menambang Nomor Telepon

