Pembukaan Cap Cincin
Bacaan Sebelumnya: Perjalanan Sejauh Ini
Panduan Singkat
- Jempol: Poseidon, menggambarkan individualitas, kemandirian, dan ikonoklasme;
- Telunjuk: Zeus, menunjukkan dominasi, kekuatan, dan energi;
- Jari tengah: Dionysus, menunjukkan ketidaksopanan, liar, dan kemerosotan moral;
- Jari manis: Aphrodite, melambangkan cinta, romansa, dan hubungan;
- Jari kelingking: Ares, menggambarkan konflik, ketegasan, dan rasa kompetitif;
- Tidak ada cincin: Hermes, menunjukkan persahabatan, gemar menolong, serta menyukai petualangan.
Dialog
Kita yang cool (KYC): “Boleh saya bertanya sebelum saya pergi, kenapa kamu memakai cincin di jari tersebut?”
Mbak-mbak target kita (MTK): “Nggak ada alasan khusus, sih.”
KYC: “Menarik! Apa kamu selalu memakai cincin di jari yang sama?”
MTK: “Kayaknya…seringnya, sih, begitu.”
KYC: “Alasan saya bertanya, soalnya saya kenal seorang teman yang punya bakat indigo gitu, deh. Dia ngajarin saya kalau, jari di mana kita memakai cincin bisa menjadi petunjuk tentang kepribadian kita. Saya nggak terlalu percaya juga, sih, sebenarnya. Tapi dia menjelaskan kepribadian saya cukup akurat.”
Jika si perempuan tidak mengenakan cincin apapun, pakai alternatif ini: “Saya ingin bertanya sesuatu sebelum saya pergi. Kamu tidak memakai cincin. Biasanya kamu pakai cincin, nggak?” Kemudian lanjutkan dengan obrolan seperti di atas, tapi kita ubah sedikit jadi, “Teman saya bilang, memakai cincin di jari tertentu, atau tidak memakai cincin sama sekali, bisa menunjukkan kepribadianmu.”
KYC: “Zaman Yunani kuno, setiap jari menunjukkan dewa yang berbeda. Orang-orang pada masa itu mengenakan cincin di jari tertentu untuk menghormati dewa tertentu.”
Sekarang mulailah membahas setiap jari satu per satu. Jika kita punya banyak waktu, letakkan penjelasan tentang jari yang bercincin di bagian akhir untuk membangun rasa penasaran.
KYC: “Misalnya, jempol menunjukkan Poseidon, dewa laut. Dia sangat mandiri, lha wong tempat tinggalnya aja bukan di Gunung Olympus, beda sama dewa-dewa lainnya. Terus, letaknya jempol juga agak berjauhan ketimbang jari lainnya. Jadi, orang yang memakai cincin di jempol, biasanya adalah pemikir mandiri yang lebih suka melakukan segala sesuatunya sendirian. Orang-orang macam ini nggak ikut-ikutan tren, mereka sendirilah yang membuat tren.
“Jari telunjuk melambangkan Zeus, rajanya dewa, dan menunjukkan kekuatan serta dominasi. Kayak orang tua kalau lagi marahin anaknya, mereka selalu menggunakan jari telunjuknya. Jadi, orang yang memakai cincin di jari telunjuk, cenderung suka memerintah.”

