Masih Soal Kalimat Pembuka
Bacaan Sebelumnya: Pembukaan
Tiga Puluh Hari Mencari Cinta: Hari #8
Misi 1: Perbaiki Pembukaan Kita
Selamat dulu, dong, John, karena kita sudah berani mengucapkan kalimat-kalimat pembuka pertama kita. Beberapa dari kita mungkin sekarang sudah sadar, betapa memulai sebuah obrolan ternyata bisa dilakukan dengan mudah. Yang lainnya? Mungkin belum. Nggak pa-pa, santai ajalah dulu. Kalau kita merasa, bahwa kita kemarin seperti sedang mengganggu orang lain, jika seseorang bertanya, apakah kita sedang melakukan survei, atau kita dibilang kelihatan lucu, itu bukan berarti kita melakukan kesalahan. Malah, itu artinya kita sudah siap untuk melaksanakan misi berikutnya.
Hari ini kita belajar dua trik paling penting dalam menyusun kalimat pembuka. Setelah perihal ini kita tambahkan pada pendekatan kita, kita bakal sadar, bahwa ada perbedaan besar dalam perkara efektivitas pembukaan serta respon yang kita dapatkan.
Jadi baca dulu “Dua Kunci Penting” sebelum kita beralih ke misi selanjutnya.
Misi 2: Jalankan PDKT dengan Senjata Baru
Lakukan PDKT ke tiga mbak-mbak — atau kelompok yang ada ceweknya — dengan kalimat pembuka yang kita gunakan kemarin. Kali ini, tambahkan alasan dan batasan waktu dalam setiap aksi PDKT kita.
Misi 3: Evaluasi
Setelah sampai di rumah, ingat kembali apa saja perbedaan antara respon wanita yang kita dekati hari ini dan respon yang kita dapatkan kemarin, lalu tuliskan perbedaannya di catatan kita:
_______________________________________________
_______________________________________________
Kalau kita mencoba menggunakan pembukaan yang kita buat sendiri, tapi ternyata nggak menghasilkan obrolan yang natural, maka pada misi selanjutnya, gunakan saja contoh kalimat pembuka yang ada di website ini, atau renungkan dan kemudian modifikasilah pembukaan kita.
Bacaan Selanjutnya: Dua Kunci Penting

