Gugup? Hadapi Saja
Bacaan Sebelumnya: Daftar Cara Berdandan
Tiga Puluh Hari Mencari Cinta: Hari #6
Misi 1: Mengatasi Gugup Pas Pendekatan
Kali ini kita bakal membahas masalah paling penting dalam hidup seorang calon Casanova, yang apalagi kalau bukan perasaan gugup ketika kita akan mulai mengajak kenalan seorang cewek. Gugup pada saat akan mulai melakukan pendekatan alias PDKT adalah hal yang lumrah kita rasakan.
Kampretnya, meskipun lumrah, gugup semacam ini sebenarnya adalah sebuah penyakit berbahaya. Mengidap penyakit berbahaya pada saat kita dipertemukan dengan kesempatan untuk mendekati seorang gadis manis tentunya sangat merugikan, kan? Gejala yang timbul pada saat-saat seperti ini biasanya diawali oleh tangan yang berkeringat, jantung yang berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang, nafas memburu, tenggorokan kayak tersumpal. Wajar, sih. Secara psikologis, perasaan grogi macam ini biasanya lebih karena takut ditolak, bukan karena takut mendekati.
Jadi, kalau di misi-misi hari kemarin ternyata kita merasa ragu-ragu waktu mendekati siapa pun, tidak bisa tidak, itu artinya kita sedang mengalami — istilah Inggris-nya — approach anxiety, alias perasaan cemas ketika akan mendekati wanita asing. Tapi kalau ternyata kita tidak merasakannya, alhamdulillah. Alhamdulillah dan bersiaplah merasakannya besok, ketika kita akan menjalankan misi-misi yang lebih berat lagi, atau ketika kita akan melakukan PDKT dengan perempuan yang kita anggap sangat spesial, hohoho…
Maka dari itu, sebelum kita memulai tugas lapangan kita hari ini, misi pertama kita adalah baca dulu tulisan “Mengeliminasi Approach Anxiety”. Setelahnya barulah kita mulai beraksi.
Misi 2: Berkatalah yang Baik atau Diam (HR Bukhari, Nomor 6018; Muslim, Nomor 47)
Pastikan hari ini kita sudah mandi, bercukur, dan merasa nyaman sebelum meninggalkan rumah. Jika kita sudah melakukan ritual pembangkit kepercayaan diri di hari ke-4, lakukan lagi sekarang sebelum keluar rumah. Kalau kemarin kita sudah belanja set pakaian baru, pakailah. Hari ini kita akan menjalankan misi yang membutuhkan kedua hal tersebut.
Misi kita kali ini adalah menemukan empat wanita dan berikanlah pujian spontan. Dua dari empat wanita ini bolehlah kita kenal – teman kuliah, kolega di kantor, atau malah mamak kita sendiri. Semuanya boleh! Tapi ingat, dua lainnya haruslah orang utan asing.
Jauhi pujian yang sifatnya umum kayak, “Kamu cantik, deh!” Lalu, jangan pula mengatakan apapun yang sifatnya adalah ketertarikan seksual semacam, “Kamu seksi.” Pujilah sesuatu yang sifatnya spesifik, misalnya rambutnya, kukunya, sepatunya, tasnya, atau malah gestur tubuhnya. Seharusnya, kalau kita sudah menjalankan misi harian kita yang kemarin-kemarin, kita akan tahu hal apa saja yang bisa kita puji.
Respon paling lumrah yang bakal kita dapatkan adalah ucapan terima kasih yang tulus binti sopan, atau kalimat dengan nada mengakhiri percakapan. Maka pergilah setelah menyampaikan pujian kita, kecuali jika pihak perempuan mengajak kita melanjutkan obrolan.

