MetafisikaPanduan

Menentukan Tujuan Kita

Bacaan Sebelumnya: Bukan Wajahmu, Tapi Mitos yang Membunuh Nyalimu

Tiga Puluh Hari Mencari Cinta: Hari #2

Misi 1: Menentukan Tujuan Kita

Tabik, Bung! Angkat gelas bajigur sampeyan, karena kita baru saja selamat melewati barikade hari pertama. Sekarang, mari rapatkan barisan untuk mengeksekusi beban tugas di hari kedua ini.

Permintaan di misi kali ini sebetulnya masih tergolong remeh. Saking dangkalnya, ribuan orang di luar sana—bahkan mereka yang sama sekali tak punya ambisi memburu perempuan—menganggapnya angin lalu. Padahal, urusan ini adalah sekrup paling fundamental dari mesin kehidupan, fondasi absolut yang memvonis apakah napas kita di bumi ini punya bobot atau sekadar numpang lewat.

Operasi hari ini akan dipicu oleh satu interogasi tunggal: “Sudahkah sampeyan merumuskan ke mana persisnya sisa hidup ini mau diseret?”

Kalau kepala sampeyan masih kosong, kalau sampeyan butuh kompas untuk menata strategi ke depan, manuver hari ini dirancang khusus untuk mematok koordinat dan mencuci ulang otak sampeyan menuju masa depan yang bermartabat—yang dalam konteks obrolan kita, niscaya bakal mendongkrak secara brutal rasio kemenangan sampeyan di medan tempur melawan para perempuan.

Ada sebuah kutipan tajam dari James Cash Penney, taipan perintis jaringan ritel JCPenney di Amerika sana, yang berbunyi:

Sorongkan pada beta seorang kuli gudang yang matanya menyala karena punya tujuan, beta akan kasih ale seorang pria yang sanggup merobek sejarah. Sodorkan ke beta seorang pria tanpa tujuan, dan beta cuma akan mengembalikan pada ale seorang kuli gudang.

Nah, instruksi lapangan kita hari ini kembali menuntut pengorbanan selembar kertas dan sebatang pensil (atau bolpoin asal nggak macet, terserah). Telan pertanyaan di bawah ini, salin ulang, peras otak sampeyan dalam-dalam, lalu muntahkan jawabannya. Tuliskan dengan presisi yang mengerikan dan pasang ambisi seambisius-ambisiusnya (misalnya membangun imperium bisnis, menyabet PhD Astrofisika di University of Cambridge, mencicil rumah gedongan dengan kolam renang khusus kucing, atau merebut kursi Sekjen PBB. Bebas).

1. Apa tiga trofi pencapaian yang sampeyan yakini sanggup membungkam penderitaan dan bikin hidup ini terasa lebih waras?

2. Coba bedah logikanya, kenapa tiga trofi itu bisa memicu kebahagiaan tersebut?

3. Apa sebetulnya cetak biru misi personal sampeyan? Jawab dengan cetakan absolut ini: “Saya akan bertransformasi menjadi (peran sampeyan, maksimal 4 kata) yang akan (klaim unjuk gigi sampeyan, maksimal 4 kata) dalam tempo (angka) hari/minggu/tahun”.

4. Rumuskan tiga indikator nyata yang mengonfirmasi bahwa sampeyan tidak sedang membual soal misi personal itu (contohnya, “saya akan membajak uang 100 juta rupiah” atau “saya akan membuang 10 kg beban lemak tubuh”):

  1. Saya akan (kata kerja) (angka) (aspek);
  2. Saya akan (kata kerja) (angka) (aspek);
  3. Saya akan (kata kerja) (angka) (aspek).

5. Lalu, buat apa sampeyan repot-repot mempertaruhkan nyawa demi misi itu? Jawablah dengan format ancaman ini: “Karena jika saya terus jadi pengecut dan tidak mengeksekusinya sekarang, saya bakal tetap hidup ngilu di tahun berikutnya, dan:

  1. (Elemen/kualitas dalam hidup) akan berkurang/memburuk/gagal;
  2. (Elemen/kualitas dalam hidup) akan berkurang/memburuk/gagal;
  3. (Elemen/kualitas dalam hidup) akan berkurang/memburuk/gagal.

Sebaliknya, jika saya nekat menerjangnya sekarang, saya berhak duduk tenang menenggak kopi di sisa usia saya, serta:

  1. (Elemen/kualitas dalam hidup) akan membaik/terwujud;
  2. (Elemen/kualitas dalam hidup) akan membaik/terwujud;
  3. (Elemen/kualitas dalam hidup) akan membaik/terwujud.
1 23

Mas Quentin

Campuran James Bond dan Buto Cakil. Mengandung Lactobacillus casei. Baik bagi kesehatan janin :)

0 0 votes
Article Rating

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x