Ganti Identitas
Sewaktu selesai dengan pembukaan kita, lanjutkan obrolan dengan menambahkan gestur dan kata-kata di bawah ini:
- Pura-puralah akan pergi, tapi cukup satu langkah saja;
- Berbalik dan bertanyalah, seolah-olah kita penasaran, sejenis, “Kok, bisa kenal?”
- Siap-siaplah untuk merespon dengan pertanyaan atau komentar. Nggak harus sesuatu yang kompleks dan sophisticated, kok. Misalnya, jika mereka ternyata teman sekantor, tanyain aja, “Kalian kerja di mana?” Atau kalau mereka ternyata saudara, tanya, “Pantas aja, terus yang mana yang biasanya jadi bahan bully-an?”
- Kita boleh-boleh saja pergi menjauh kalau kita mau, dengan kata penutup yang umum, “Senang ketemu kalian.”
- Kita bisa juga melanjutkan percakapan dengan kelompok tersebut kalau situasinya berjalan kondusif dan santai. Jika ada yang bertanya apa profesi kita, jawab dengan pernyataan identitas yang baru kita bikin hari ini. Coba, deh, untuk menggunakan pernyataan tersebut setidaknya dalam satu interaksi kita hari ini.
Tugas hari ini selesai setelah kita mengikuti langkah 1-3 dengan tiga kelompok yang berbeda.
Misi 3: Penguasaan Diri
Sebenarnya, sih, normal-normal aja kalau kita tidak memahami cara kerja otak kita sendiri. Ilmuwan dan ilmuwati di luar sana juga belum bisa, kok, merumuskan dengan pasti apa itu “consciousness” alias “kesadaran” — sampai sekarang. Maka, ya wajarlah jika kita nggak sebegitu tahunya tentang emosi kita sendiri, keinginan kita, apa yang membuat kita frustasi, kebutuhan kita, pola pikir kita, atau juga alasan kenapa kita melakukan sesuatu. Malah pula, ketika kita mengetahuinya, kadang kita sadar, bahwa sulit sekali mengubah hal-hal tersebut.
Ada satu buku lawas terbitan tahun 1980-an, yang menurut saya bagus, yang memberikan gambaran umum terkait hal ini. Judulnya “Mastering Your Hidden Self: A Guide to the Huna Way”, yang ditulis oleh Serge Kahili King.
Meskipun tentunya tidak mengandung detail-detail tentang penguasaan diri yang bisa dihitung secara ilmiah, buku ini paling tidak akan membuka wawasan kita, sebagaimana yang diiming-imingkan oleh pengantar di sampul belakangnya:

