Panduan

Tiga Puluh Hari Mencari Cinta

Prosedur ini juga sengaja dipasang agar kita tidak terlalu berisik mempertanyakan, apakah draf ini sahih atau cuma bualan, apalagi jika kita membandingkannya dengan dogma lawas yang terbukti gagal itu. Iman saja pada prosesnya. Untuk sementara, tutup rapat-rapat mulut dari keluhan sampai tenggat tiga puluh hari ini lewat. Nanti, kalau masa inkubasi itu habis, semua instruksi sudah kita jalankan dengan presisi dan kita masih saja kesepian, barulah silakan bawa protes itu ke meja saya.

Jadi, mari kita pertegas: jika sampai detik ini kita masih merasa lambung mual dan pucat ketika mendekati perempuan manis, jika kita belum pernah tercatat punya pacar, jika baru saja didepak dari sejarah masa lalu seseorang, gagal total bermanuver PDKT, diam-diam muak melihat laki-laki lain begitu licin menggandeng perempuan, punya ambisi jalan berdampingan dengan perempuan kasta atas (hi-class), atau merasa sudah luwes tapi selalu ada celah sunyi yang tak beres—selamat datang di Tiga Puluh Hari Mencari Cinta, dan ini sama sekali bukan filmnya Nirina!

Dan sekali lagi demi kewarasan, premis permainan ini sangatlah sederhana: Mengamankan teman kencan sebelum kalender berganti bulan.

Demi mengeksekusi misi tersebut, selama tiga puluh hari, di setiap paginya, kita akan disuntik dengan amunisi teknis, arogansi yang terkendali, dan nalar untuk mencegat lalu melucuti pertahanan hampir setiap perempuan, di koordinat waktu kapan pun kita menginginkannya.

Saya sungguh ingin kita semua merengkuh kendali penuh atas sudut hidup yang satu ini. Supaya tidak meleset, panduan ini bakal menuntut kita menapak langkah demi langkah membedah sebuah operasi yang konyol, kadang mengerikan, tapi jelas memompa adrenalin.

Ah iya, sebagai catatan pinggir: saya pernah melewati mutasi nasib yang lumayan menyiksa, dari sesosok makhluk pemurung di pojok ruangan (bukan karena bangga melabeli diri introvert, tapi murni karena frustrasi tak paham anatomi interaksi dengan lawan jenis) menjelma jadi entitas yang dikelilingi presensi perempuan-perempuan memesona, murni lewat rutinitas repetisi. Namun, begitu saya tiba di fase waras ini, lewat metode reverse engineering, saya menyuling penderitaan bertahun-tahun itu menjadi kurikulum padat sebulan, dan sudah diuji di lapangan pada jajaran pejantan di sirkel sosial saya.

Makanya, pegang kata-kata saya, algoritma ini tidak cuma kebetulan mulus di tangan saya, tapi beroperasi sama baiknya pada banyak laki-laki lain. Formula ini akan merombak probabilitas sukses kita, bukan cuma di meja kencan, melainkan bakal merembet mengacaukan dan menata ulang taruhan yang jauh lebih masif: hidup itu sendiri.

Garis Besar

  1. Tujuan: Menyeret teman kencan ke dunia nyata dalam tiga puluh hari atau kurang;
  2. Siapa yang boleh bermain: Siapa saja yang muak kalah dan mencari martabat dalam urusan berhadapan dengan perempuan;
  3. Biaya: Paket data kuota murahan untuk mengakses draf ini…ditambah nyali untuk membongkar kebiasaan lama dan mencangkokkannya dengan tabiat asli kita masing-masing;
  4. Hadiah: Perempuan dengan level jaminan mutu, kawan-kawan tongkrongan yang diam-diam dengki melihat kita, dan ritme hidup yang sebetulnya pantas kita nikmati sejak lama;
  5. Cara bermain: Berkas ini adalah simulasi sebulan penuh. Alokasikan waktu kita paling tidak satu jam sehari untuk merampungkan instruksi lapangan, dan jangan pura-pura lupa membaca arsip tambahan yang sudah saya selundupkan 🙂
1 2 34

Mas Quentin

Campuran James Bond dan Buto Cakil. Mengandung Lactobacillus casei. Baik bagi kesehatan janin :)

0 0 votes
Article Rating

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x