Huna dan Kesadaran Diri
Bacaan Sebelumnya: Identitas Baru, Kehidupan Baru
Manusia itu, tidak lain dan tidak bukan, adalah produk pemikirannya sendiri. Apa yang dia pikirkan, ya itulah juga yang dia wujudkan.
– Mahatma Gandhi
Aslinya sudah terbukti berulang kali, rasa percaya diri adalah daya tarik. Kepercayaan diri memberikan kita rasa kagum dari rekan sekantor, hormat dari teman-teman kuliah, dan ketertarikan dari perempuan. Malah, bolehlah dikatakan, bahwa tanpa kepercayaan diri, teknik-teknik gombalan nggak akan bisa membantu kita mendapatkan perempuan yang kita inginkan.
Tapi sayangnya, banyak laki-laki yang mengalami problematika untuk hal yang krusial ini. Pengalaman zaman anak-anak yang buruk, muka yang nggak ganteng-ganteng amat alias pas-pasan, duit di rekening bank yang sedikit, pekerjaan yang alakadarnya, motor yang bukan Kawasaki Ninja atau minimalnya Suzuki Satria FU, bau ketek, dan setiap ngerjain apapun selalu gagal, akhirnya menyebabkan seorang lelaki menjadi tikus curut pengecut. Bahkan, seorang pria yang sudah punya mobil bagus dan perut six-pack kadang kala juga nggak mampu untuk menatap mata seorang wanita dan berbicara dengan nada yang mantap. Boleh jadi ini semua karena ibunya di rumah sungguhlah galak, atau mantan pacarnya sudah merusak rasa percaya dirinya.
Buku “Mastering Your Hidden Self: A Guide to the Huna Way” yang ditulis oleh Pak Serge Kahili King memberikan penawar racun percaya diri ini. Pak Serge menjelaskan, bahwa kita bukanlah orang yang nggak berdaya menghadapi jajahan dari pikiran kita sendiri. Sejatinya, kitalah yang mengendalikan pikiran kita, kitalah yang mengendalikan emosi kita. Kita mengontrol sudut pandang kita, perasaan kita, dan emosi kita sendiri. Dengan memanfaatkan pengalaman di masa lalu, Pak Serge menawarkan jalan yang gampang untuk memprogram ulang pikiran kita, hingga akhirnya kita bisa menjalani kehidupan ini dengan percaya diri, ceria, dan bertenaga.
Aku ini bintang, akulah bintang, aku ini bintang, akulah bintang, aku ini bintang, aku besar, cemerlang, bintang yang bersinar.
– Eddie Adams, Boogie Nights
Apa Itu Huna?
Sebagai tambahan atas ajaran agama (apapun) dan kepercayaan (apapun juga) yang kita anut, terdapat hal esoterik tentang pengetahuan rahasia (“rahasia” di sini berarti tidaklah diketahui oleh banyak orang) yang sebenarnya sudah dibagikan oleh ahli-ahli sejarah. Dengan merekonstruksi perihal, baik yang nyata ataupun (terkesan) semu, Huna menawarkan sistem pengembangan diri alternatif untuk kehidupan percintaan kita di modern ini.
Pada prinsipnya, Huna menjelaskan, bahwa kitalah yang mengontrol hidup kita, pikiran kita, dan realita yang kita alami. “Dasar femikiran dalam filosofi Huna adalah, bahwa kitalah yang mendesain fengalaman fribadi kita tentang realita — dengan memanfaatkan keyakinan, fenafsiran, aksi dan reaksi, serta fikiran dan ferasaan kita sendiri,” demikian sabda Pak Serge dengan logat Arab van Fekalongan, eh…Pekalongan-nya.

