Huna dan Kesadaran Diri
Salah satu cara untuk mengubah kebiasaan adalah dengan mengubah cara bicara kita. Mungkin kita hobi menurunkan kualitas percakapan kita dengan jeda semacam, “Eeee…” atau, “Anuuu…” atau juga tiba-tiba lupa, nge-blank, bingung sendiri. Di satu masa dalam hidup kita, jeda ini mungkin memberikan kita kesempatan untuk menyusun kata-kata kita, tapi akhirnya lama-lama jadi kebiasaan. Huna membimbing kita untuk mengubah kebiasaan jelek tersebut, dan bukan malah menerima atau berusaha keras menghilangkannya. “Kuncinya di sini adalah, bahwa nggak ada ruang kosong di dalam fikiran bawah sadar,” lagi-lagi kata Pak Serge.
Maka, ajarkan bawah sadar kita untuk mengganti kebiasaan jeda kita dengan berbicara lebih lambat, atau latih diri kita untuk mengetukkan jari ke meja (atau bidang datar lainnya di sekitar kita) setiap kali kita kepengen bilang, “Eeee…”
Alam bawah kita ini sebenarnya ingin membantu kita, cuma saja kadang-kadang alam bawah sadar tidak mendapatkan porsi latihan yang cukup. “Alam bawah sadar ente nggak fernah menentang selera dan ketertarikan ente. Sayang sungguh sayang, asumsi tentang ketertarikan tersebut bisa jadi salah kafrah,” lanjut Pak Serge.
Fak, eh, Pak Serge menyatakan, berinteraksi dengan alam bawah sadar akan membawa kita memahami motivasi kita, serta mengubah motivasi yang tidak efektif. Pak Serge memberikan beberapa strategi untuk berinteraksi dengan alam bawah sadar kita, seperti di bawah ini:
Pertama, Pak Serge menyarankan untuk memberikan nama kepada alam bawah sadar kita, misalnya “Jackson” atau “Bobong”. Kemudian, kita dapat mencoba salah satu metode pencarian memori ini. Yang pertama adalah “berburu harta karun”. Untuk aktivitas ini, bicaralah dengan Bobong seperti saat kita ngobrol dengan kenalan baru. Sebutkan suatu memori yang menyenangkan dan lihatlah reaksi dari Bobong, sejelas apa dan sedetail apa. Kita juga bisa bertanya ke Bobong untuk memberikan kenangan favoritnya. Sungguh mati, kenangan yang sudah kita lupakan akan mengalir lagi dan sensasinya akan kembali terasa;
Cara kedua kita sebut saja “ngumpulin sampah”. Jadi untuk aktivitas ini, tanyakan ke Bobong untuk menunjukkan memori terburuknya. Lakukan secukupnya, maka kita akan mulai merasakan suatu pola. “Kenangan akan mengikuti suatu tema yang akan memberikan ente fetunjuk tentang area-area, di mana di situlah temfat keyakinan-keyakinan yang membatasi diri ente, yang menghambat ferkembangan ente,” kata Pak Serge, “ente mungkin menemukan kalau sederetan kenangan faling jelek, dalam suatu sesi, memiliki tema tertentu, misalnya ‘takut ditolak’ atau yang lainnya.”
Ketika kita berurusan dengan perempuan, kita semua memiliki pengalaman yang memalukan. Tetapinya akan alias akan tetapi, jika insiden tersebut tidak ditangani secara cepat dalam alam bawah sadar kita, si Bobong ini sangatlah bisa menggagalkan potensi kesuksesan kita sendiri.
Kebebasan Emosional
Salah satu ajaran Pak Serge yang utama adalah jangan mau dikendalikan oleh alam bawah sadar kita. Belajarlah untuk menuntun dan mengaturnya.
Salah satu metode untuk melakukan hal ini adalah dengan mengejar apa yang disebut oleh Pak Serge sebagai “kebebasan emosional”. Kata Pak Serge, “Berhentilah mengenali sesuatu dengan reaksi emosional dari alam bawah sadar ente.

