Huna dan Kesadaran Diri
Maksud Pak Serge di sini adalah kita memiliki potensi kreativitas yang tidak terbatas. “Ente itu sebenarnya bisa membuat segala sesuatu yang fernah ente lihat, dalam suatu bentuk tertentu,” lanjut Pak Serge. Inilah mengapa sangat penting untuk mengubah pemikiran terbatas kita tentang masa lalu menjadi keyakinan tanpa batas, wa bil khusus tentang masa sekarang dan masa depan.
Dalam Huna, terdapat tujuh prinsip utama, antara lain:
1. Dunia yang kita alami adalah dunia sebagaimana yang kita pikirkan: Inilah dasar dari Huna. Prinsip ini menyatakan, bahwa kita menciptakan realita kita sediri. “Dengan mengubah cara fikir ente, ente bisa mengubah dunia,” kata Pak Serge;
2. Tanpa batas: Tidak ada batasan yang pasti antara kita dan diri kita sendiri, kita dengan orang lain, atau bahkan kita dan Tuhan. Dinding pembatas yang selama ini kita pikir ada sebenarnya hanyalah batasan semu yang dikarang-karang oleh pikiran kita sendiri;
3. Energi mengalir ke arah yang sesuai dengan fokus kita: Ketika kita berkutat dengan pikiran atau perasaan tertentu, di situlah kita menulis jalan cerita hidup kita. Fokus adalah bahan bakar untuk segala jenis cara pandang kita terhadap hidup, baik yang positif maupun yang negatif. Makanya, jangan pernah memberikan kesempatan kepada seorang wanita yang sudah mencampakkan kita untuk membuat kita depresi sepanjang hari. Mengingat-ingat kejadian negatif tersebut hanya akan memberikannya kekuatan yang — celakanya — bisa mengontrol lalu menuliskan jalan cerita hidup kita ke depannya;
4. Sekarang adalah waktunya kita menang: Sekarang ini, detik ini juga, kita tidak terganggu oleh pengalaman masa lalu, dan kita juga tidak terbebani oleh masa depan (yaaa…kecuali tagihan-tagihan kartu kredit dan cicilan rumah, deh). “Ente itu memiliki kekuatan, saat ini juga, untuk menghafus keyakinan-keyakinan masa lalu ente yang membatasi, dan juga untuk menanam benih-benih masa defan yang ente fengenkan,” kata Pak Serge, “jadi ketika ente mengubah fikiran ente, berubah fula apa yang ente alami.”
5. Mencintai adalah kebahagiaan: “Adanya manusia itu karena cinta,” sebut Pak Serge. Maka kalau kita menyetujui hal ini, kita dimungkinkan untuk berada dalam suatu keadaan yang bahagia dengan diri kita saat ini, apapun kondisinya, dan juga diri kita pada masa depan;
6. Semua kekuatan datang dari diri sendiri: Jika kita ingin mengubah realita kita, kita nggak bisa menunggu Bos Maha Super tahu-tahu, mendadak, mak jegagig, tanpa kabar berita sebelumnya, berbaik-hati mengubahnya untuk kita. Ingatlah, innallaaha laa yughayyiru maa biqaumin hattaa yughayyiruu maa bi anfusihim. Sesungguhnya Gusti Pengeran nggak bakal mengubah kondisi kita sampai kitalah yang mengubah keadaan pada diri kita sendiri. Kitalah yang harus mengubah esksistensi kita sendiri;
Prinsip ini sesuai pula dengan wejangan Pak Serge, “Nggak ada orang lain yang bisa memberi ente kekuatan atau mengubah takdir ente, kecuali ente mengizinkannya.” Buat yang memahaminya, ini berarti sudah waktunya bagi kita untuk berhenti menyalahkan teman, keluarga, pekerjaan, atau lingkungan, lalu mulai menerima tanggung jawab yang ada;

