Berani Tidak, Hebat
Pikirkan sejenak tentang apa itu wanita ideal dalam versi kita. Setelahnya, tuliskan lima kriteria tertentu yang kita inginkan pada wanita ideal kita, misalnya karakter, penampilan, nilai moral, minat, wawasan, dan pengalaman hidup.
- _______________________________________________
- _______________________________________________
- _______________________________________________
- _______________________________________________
- _______________________________________________
Sekarang, tulis hal-hal yang membuat kita nggak suka sama seorang wanita, misalnya, tukang ngibul, narsis, perokok, peminum khamr, tukang nyuntik heroin, cemburuan, atau yang lainnya.
- _______________________________________________
- _______________________________________________
- _______________________________________________
- _______________________________________________
- _______________________________________________
Ingatlah kalau ini cuma latihan. Sewaktu kencan benaran, tetaplah siap siaga pada hal yang tak terduga. Kadang kala, ketika kita mencari wanita yang sesuai dengan kriteria kita, bisa saja kita justru melewatkan perempuan yang sebenarnya lebih cocok untuk kita hanya karena kita terlalu berpatokan pada kriteria awal. Tetap fleksibel, John. Fleksibel 😎
Daftar di atas juga bisa kita gunakan untuk memberikan kita kriteria diskualifikasi sampai tak terhingga. Yang paling gampang, kita bisa bertanya tentang film-film favoritya, dan menunjukkan kalau ternyata kita tidaklah satu selera lalu berkata, “Hah? Film itu? Oh, oke, kayaknya aku mesti pulang. Senang ketemu denganmu.”
Jika kita menginginkan perempuan yang menyukai petualangan, tanyakan, “Apa hal paling liar dan paling gila yang pernah kamu lakukan?” Apapun jawabannya, ucapkan diskualifikasi sambil tersenyum, “Hebat banget. Kamu sama eyang putriku pasti bakalan cocok.”
Yang jelas, ada banyak kemungkinan keriteria untuk melakukan penyaringan, mulai dari kemampuan jogetnya di tempat ajojing, rasa es krim favoritnya, soal medali-medali perlombaan (karena kita ini cuma mau nge-date sama si pemenang, maka sebaiknya si mbak segera berusaha mendapatkannya).
Tujuan penyaringan sedari awal bukanlah untuk membuat si perempuan merasa minder dengan dirinya, tetapi untuk memisahkan diri kita dari gerombolan cowok yang bobok-bobok siang dengan sembarang wanita.
Tarik-Ulur
Lawan diskualifikasi adalah kualifikasi, atau penerimaan. Kalau bisa digunakan dalam kesempatan yang bersamaan, kedua teknik ini terbukti sungguhlah jitu.
Kalau si cewek melakukan atau mengatakan sesuatu yang baik, beri dia respon yang positif semisal, “Aku suka dengan sikapmu barusan.” Jika si wanita melakukan sesuatu yang kita anggap negatif, gombali dia dengan diskualifikasi (sebagai catatan untuk diri kita sendiri: Jangan nge-date lagi sama perempuan ini).

