Berani Tidak, Hebat
Hampir seluruh kalimat diskualifikasi juga harus dinyatakan dengan lepas bin sewajarnya, tanpa berharap respon dan balasan apapun. Kalau sampai kita mengatakannya dengan niat melakukan diskualifikasi, efektivitasnya akan berkurang, dan malah mengubah bentuknya menjadi perasaan mengharapkan respon balasan.
Meskipun harta-benda, karir bagus di kantor, prestasi akademis yang baik, dan kegantengan bisa menjadi satu nilai plus dalam urusan pria-wanita, semuanya nggak ada hubungannya dengan metode diskualifikasi ini. Tujuan diskualifikasi adalah untuk menaikkan level kita menjadi — seenggaknya — setara dengan si wanita. Problemnya, jika si wanita sudah berpikir kalau status kita memang di atasnya, maka diskualifikasi justru malah membuat kita nampak sombong dan arogan. Jadi pelajarilah dahulu situasinya sebelum memutuskan bertindak.
Kalau kita sukses melakukannya, bersiaplah untuk mendapatkan balasannya. Pihak perempuan mungkin merespon diskualifikasi dari kita dengan komentar menusuk kalbu. Kalau sudah begitu, jangan panik! Justru inilah yang disebut sebagai seni gombal-menggombal. Siapkan saja balasan untuk menimpalinya. Dan jika kita lagi nggak mampu memikirkan jawaban apapun, anggukkan saja kepala kita, senyum, lalu bilang, “Respek,” yang menunjukkan kalau kita setuju dengan pendapatnya si mbak.
Bacaan Selanjutnya: Ganti Identitas

