Fraksinasi
Saya cuma meringis. Niat jahat saya langsung ketahuan begitu saja 
Di sisi lain, saya juga nyadar kenapa Mbah Di nggak pernah melakukan yang saya bilang. Saya yakin, Mbah Di bukannya tidak bisa atau tidak tahu. Perkaranya, kalau semua kasus kliennya selesai dalam semalam, bagaimana dapurnya bisa ngebul untuk jangka panjang? Huehehe.
Sekarang Holy Grail-nya Sudah Ketemu, dan Saya Akan Menyajikannya buat Kita Semua
😈
Model PDKT konvensional yang selama ini kita tahu cenderung makan waktu, membosankan, ada kecanggungan, serta melelahkan. Untuk beberapa tipe pria, proses rayu-merayu perempuan biasanya bakal berjalan berlarut-larut selama beberapa kali kencan — malah ada yang sampai tahunan segala — dan biasanya hal itu menelan banyak biaya.
Tapi dengan trik fraksinasi, kita semua bisa memangkas prosesnya lalu membuat seorang wanita jatuh cinta kepada kita dalam hitungan menit (ingat, walaupun nantinya metode ini makan waktu 59 menit, 59 menit itu satuan waktunya tetap aja menit lho, hahaha), tidak selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun seperti halnya teman-teman kita yang cupu itu di luar sana. Tidak akan ada lagi proses PDKT yang makan banyak biaya.
Hanya saja, sebelum kita sama-sama belajar tentang tips dan trik ini, kita harus mengubah pandangan kita dengan memandang fraksinasi tidak cuma sekadar tips dan trik, melainkan sebagai sebuah konsep. Dan setelah kita semua memahami prinsip-prinsip yang mendasarinya, kita akan bisa beraksi di mana saja dan kapan saja.
Secara definisi, istilah fraksinasi memiliki arti sebagai proses pemisahan suatu kuantitas tertentu dari sebuah zat campuran yang kemudian dibagi-bagi menjadi beberapa komposisi dalam jumlah yang kecil-kecil. Bingung? Sama. Saya sama bingungnya, bagaimana cara menjelaskan proses kimia ini ke dalam kalimat yang sederhana :))
Tapi gampangannya adalah — sebagai analoginya — kita akan memisahkan emosi-emosi tertentu pada seorang wanita, memetakannya, kemudian merangkai kembali emosi tersebut untuk mencapai tujuan kita. Dengan melakukan proses ini, seorang perempuan akan kita buat kesurupan gara-gara kita, sadar lagi, kesurupan lagi, kemudian insyaf lagi, berulang-ulang, begitu terus dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia jadi kecanduan sama kita secara emosional.
Di sini, meskipun tadi saya bilang hal ini bisa dilakukan dalam hitungan menit, kita akan menghabiskan waktu dalam jumlah yang relatif. Bisa beberapa menit, jam, hari, atau bahkan minggu. Karena apa? Karena sebenarnya fraksinasi ini adalah seni dan pola berkomunikasi yang harus kita lakukan sepanjang masa — selama kita masih ingin dekat dengan sang wanita.
Oh ya, seharusnya saya menuliskan kesurupan di atas tadi sebagai “kesurupan”, pakai tanda petik. Tapi demi menggambarkan betapa dahsyatnya metode ini, tanda petiknya saya buang. Memang, beliau-beliau kaum hawa itu tidak akan kesurupan macam kemasukan jin, baik jenis jin ifrit maupun yang bukan ifrit. Tapi gara-gara metode ini, kitalah yang akan masuk ke dalam emosinya sampai akhirnya mereka menjadi terikat dan selalu membutuhkan asupan gizi dari kita.
Kita bisa melakukan fraksinasi ini dengan lembut dan perlahan, atau kita juga bisa memilih untuk bergegas cepat-cepat langsung pada sasaran. Semuanya terserah kita 😉
Kalau di antara kita ada yang bekerja sebagai sales atau tukang jualan, seharusnya, sih, sudah familiar dengan fraksinasi. Cuma mungkin kita belum kenal sama istilahnya saja. Biasanya, pertemuan pertama sampai kedua dengan calon konsumen itu situasinya memang agak semprul. Oknum-oknum calon pelanggan kita itu bakal mendengarkan proposal penawaran kita sambil bersedekap, melipat tangannya di depan dada. Mereka terkesan dingin, defensif, dan kelihatan mengambil jarak.

