Kuras Sumsum Cuci Otak
Setiap manusia yang hidup adalah seorang manipulator. Nggak ada pengecualian. Mau itu muda, tua, pria, wanita, dosen, dokter, tetangga kita, tukang cukur, ahli permak jeans, jasa perpanjang STNK, pemuka agama, sekjen PBB, direktur Bank Dunia, semuanya adalah manipulator!
Kenapa? Simpel. Sungguh mati ini simpel! Semuanya karena aksi tipu-tipu (tapi tidak termasuk lobbying dan upeti) adalah inti dari keberlangsungan hidup kita sebagai manusia. Berikutnya, demi eksistensi kita yang berkelanjutan, kita memanipulasi orang-orang di sekitar kita, lingkungan kita, kehidupan kita sehingga kita mampu bertahan dan berkembang.
Tentu nggak ada manusia yang suka menganggap dirinya sebagai manipulator atau pembohong, sekalipun orang tersebut memang pembohong patologis atau pembohong kompulsif. Mantan pacar saya zaman mahasiswa yang suka bohong itu (yang sayangnya saya selalu tahu kalau dia sedang berbohong) juga tersinggung dan marah kalau saya menyebutnya sebagai pembohong, meskipun jelas-jelas beliaunya memang (mencoba) berbohong. Tidak masalah kita berbohong atau memanipulasi untuk tujuan yang baik atau buruk. Bukan itu persoalannya. Itu sama sekali tidak relevan. Yang ditekankan di sini adalah, apapun tujuannya, ketika kita memanipulasi maka kita adalah seorang manipulator.
Dan dalam konteks hubungan pria dan wanita…
Hubungan romansa kita dengan wanita akan meningkat pesat apabila kita tahu bagaimana caranya masuk ke dalam pikiran perempuan.
Maka karena kita sebentar lagi akan menguasai jurus andalannya Ha Ha Ji, saya kepengen kita semua sadar dan menerima sifat sejati kita ini dengan ikhlas dan qana’ah. Setiap kali kita mencoba mengubah pikiran dan perilaku wanita sasaran kita, kita memanipulasinya.
Saya juga sadar, bagi sebagian dari kita, sangatlah wajar ketika kita merasa agak jijik, jijik, atau jijik sekali dengan keberadaan mendasar soal sifat manusia yang satu ini. Tapi kita harus menerimanya kalau kita memang ingin bisa menguasai metode cuci otak ini dengan lepas dan bebas. Ini adalah langkah pertama yang mesti kita ambil untuk menjadi lebih baik dalam berinteraksi dengan wanita. Memang terdengar agak (kalau tidak mau dibilang sangat) jahat: Jika kita menginginkan seorang wanita jatuh cinta dengan kita, kita harus memanipulasinya!
Ketika kita ikhlas menerima sifat sejati kita, kita akan bisa melakukan aksi cuci otak ini dengan tenang, terkendali, yang hasilnya bisa diprediksi. Setiap teknik yang kita pelajari dalam Kuras Sumsum Cuci Otak ini pada dasarnya memang bersifat amoral, mengingat penciptanya adalah salah satu anggota dari Cap Toa Ok Jin. Tapi kita bisa menggunakannya pula untuk kebaikan. Jadi, soal kebaikan atau keburukan, saya akan menaruh kepercayaan bahwa kita semua tidak akan menggunakannya untuk berbuat kriminal, baik kriminal di mata hukum manusia maupun kriminal dalam sudut pandang hukum Tuhan.
Saya percaya kita semua cuma akan menggunakan ilmu ini untuk memperlancar hubungan kita dengan wanita dalam rangka mengarah ke jenjang yang lebih serius; untuk melindungi mereka dari pemangsa-pemangsa lain yang tidak bertanggung-jawab di luar sana. Selebihnya, biarlah Malaikat Raqib atau Atid yang mencatat perbuatan kita.


mana lanjutannya senpai??
Ini. Silakan 🙂