Kuras Sumsum Cuci Otak
Salah satu mentor saya ketika mempelajari Kuras Sumsum Cuci Otak ini, Alm. Bapak Suhadi Wignyotaruno, yang konon adalah seorang praktisi psikologi, pernah berkata, “Manusia itu, Le, terprogram dengan naluri alami untuk membenci perintah langsung yang diterima otaknya. Nek kowe kepengen seseorang melakukan apa yang kamu tawarkan ke yang bersangkutan, tidak bisa tidak, kecenderungan untuk menolak perintah langsung ini harus diatasi. Dengan begitu, Le, kowe kudu menyajikan perintah secara bawah sadar sehingga perintah itu bisa diterima tanpa perlawanan sebelum otaknya punya waktu untuk memproses sebuah perintah dan menolaknya.”
Nah, kuncinya di sini:
…sebelum otaknya punya waktu untuk memproses sebuah perintah dan menolaknya.
Jika kejadiannya adalah si perempuan punya waktu untuk merenungkan perintah kita, kemungkinan dia akan menolaknya. Karenanya, untuk merayu cewek, kita harus melakukan eksekusi dengan cepat lewat sebuah celah sempit kesempatan sebelum mekanisme pertahanan dirinya muncul. Bahasa gampangnya, Kuras Sumsum Cuci Otak mengharuskan kita untuk diam-diam tentang niat kita sampai seluruh proses manipulasi yang kita lakukan selesai, dan lakukan semuanya di bawah radar. Ingat, seorang wanita tidak bisa menolak apa yang tidak mampu dideteksi olehnya.
Sekali lagi:
Wanita tidak bisa menolak apa yang tidak mampu dideteksi olehnya.
Prasyarat Ketiga: Kita Harus Melindungi Kerahasiaan Kuras Sumsum Cuci Otak Ini
Sudah sejak zaman dahulu para pria berusaha mencari kunci untuk masuk ke pikiran wanita. Dengan lahirnya disiplin psikologi modern sekitar tahun 1830-an, pencarian ini semakin intensif dilakukan. Sayangnya kemajuannya sangat lambat, tidak banyak temuan baru yang signifikan. Kenapa begitu?
Karena begini… Di antara segelintir manusia beruntung yang menemukan kunci itu tadi, mereka dengan bijak akan mencoba untuk menyimpan pengetahuan ini untuk diri mereka sendiri. Alasannya? Ya, supaya kunci ini tidak disalah-gunakan oleh pihak-pihak zonder tanggung jawab, selain karena beberapa dari mereka sendiri pada dasarnya memang egois, sih
Karena itu, sebenarnya saya sendiri sedang berjudi ketika menulis tentang materi ini untuk kemudian saya sebarkan ke publik begitu saja. Saya nggak bisa menjamin kalau materi hebat ini tidak akan digunakan oleh orang-orang bejat.
Materi ini sungguh berbahaya, jalan bebas hambatan ke dalam pikiran wanita, punya potensi membuat mereka untuk tidak mempertimbangkan-ulang keputusannya. Semuanya karena emosi dan insting mereka termanipulasi begitu saja. Bisa kita bayangkan apa akibatnya kalau materi ini sampai dipergunakan oleh manusia-manusia tidak bermoral.
Maka inilah prasyarat ketiga: Tolong berjanji untuk melindungi kerahasiaan pengetahuan ini.
Memang terdengar naif, sih. Meminta kalian berjanji tidak menyebarkan materi ini tapi saya sendiri mempublikasikannya di sini. Maksud saya begini, saya menganggap kita semua yang sampai di sini adalah karena persoalan jodoh dan takdir. Kamu mungkin meng-Google suatu kata kunci, mencari hal yang berhubungan dengan informasi ini, dan akhirnya nyasar ke sini. Yang seperti itu tidak mengapa, karena saya juga percaya dengan pepatah lama: Guru akan datang ketika murid sudah siap.


mana lanjutannya senpai??
Ini. Silakan 🙂