KomunikasiPanduan

Menguasai Seni Mendongengkan Cerita

Misi 5: Dongengkan Kisah Kita

Gue punya teori ini tentang kata-kata: Ada seribu cara untuk mengatakan ‘Oper garamnya (pass the salt).’ Itu bisa berarti ‘Boleh gue minta garamnya?’ Atau artinya ‘Gue cinta elo.’ Bisa juga berarti ‘Gue kesal banget sama lo.’ Sungguh, daftarnya bisa terus, terus, dan terus. Kata-kata adalah bom kecil, dan memiliki banyak energi di dalamnya.
– Christopher Walken

Waktunya menguasai seni mendongengkan cerita kita!

Metode paling bagus untuk mendapatkan penggemar setia adalah dengan menjadi pribadi yang bersemangat. Jika kita menyuikai kehidupan dan pengalaman kita, serta yakin dengan kata-kata yang kita ucapkan sendiri, maka tiap kali kita bercerita, kita akan kelihatan seperti sedang menceritakannya untuk pertama kali — dengan segala keterkejutan atau kesenangan atau juga praduga yang kita rasakan waktu pertama kali mengaalaminya.

Ingat lagi latihan vokal kita di hari ketiga, setelahnya baca cerita kita dan rekamlah. Pastikan kita berbicara dengan keras, perlahan, jelas, dan dinamis. Untuk lebih menarik perhatian pendengar, tekankan kata kunci dan berhentilah sesaat untuk memasukkan ketegangan ataupun humor. Cobalah dengan menggunakan kata atau istilah yang bebeda dan berhentilah di waktu yang tak terduga untuk mengubah ritme cerita.

Setelah kita merasa nyaman dengan cerita kita, carilah ruang kosong di tengah-tengah cerita untuk memberikan peluang bagi pendengar untuk ikut berinteraksi. Hal ini akan membantu kita mendapatkan perhatian mereka. Sebagian besar titik interaksi cukup berupa pertanyaan kepada pendengar, apakah mereka memiliki pengalaman yang sama, atau komentar terhadap cerita kita.

Misalnya, kalau setting cerita kita berada di sebuah restoran, maka titik interaksi kita: “Sudah pernah makan di sana? Berarti kamu bisa, dong, bayangin apa yang kuceritain.” Atau jika cerita kita terjadinya di bandara: “Itu lho, kayak di filmnya Tom Hanks yang dia kejebak di bandara. Aduh, apa itu judulnya? Aku lupa.”

Jika kita kepengen menaikkan performa kita, berlatihlah untuk berhenti sejenak pada klimaks cerita untuk membuat ketegangan. Kita bisa menyeruput minuman kita, mengunyah cemilan, atau menyalakan rokok kita (tidak sehati, sih, tapi toh ini cuma misal).

Setelah kita berhasil membuat rekaman cerita kita, kembalilah melihat tulisan kita di kertas atau komputer lalu perbarui tulisan kita tersebut. Tambahkan titik interaksi, titik jeda, atau apa saja ilham yang kita dapatkan.

Misi 6: Latihan Bercerita

Ahoy! Kita sudah sampai di tahap terakhir dalam menyiapkan cerita kita.

Berdirilah di depan cermin atau siapkan kamera video untuk merekam diri kita sendiri. Lihat diri kita sedang mendongeng. Kunci performa yang baik dalam bercerita adalah tampil dengan ekspresif. Gerakan wajah, mata, tangan, bahasa tubuh, dan tingkat energi bisa membantu cerita kita, sama halnya dengan kata-kata yang kita pakai.

Cobalah untuk menggambarkan pikiran dan emosi dalam cerita kita dengan gerakan tertentu. Coba untuk mengubah sikap tubuh atau nada suara kita sewaktu kita mengutip dari orang lain. Gunakan benda apapun yang terjangkau tangan jika memang diperlukan — handphone, sedotan, kotak tisu, korek api, atau bahkan manusia di sebelah kita.

1 ... 4 5 6

Mas Quentin

Campuran James Bond dan Buto Cakil. Mengandung Lactobacillus casei. Baik bagi kesehatan janin :)

0 0 votes
Article Rating

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x