Cacat di Pikiran Perempuan
Ilusi Wanita tentang Pilihan dan Kontrol (Pakai “R”)
Dalam persoalan cinta dan kencan, hasrat bawah sadar wanita selalu mengalahkan fakta, data, dan informasi yang diketahui oleh pikiran sadarnya. Ini adalah bug alias error yang ada pada jiwa wanita dari sananya. Bug seperti inilah yang sudah bikin bingung psikolog-psikolog kaliber dunia ketika mencoba memahami wanita, misalnya Mbah Freud.
Tentu saja kalau kita menanyakan soal error ini kepada perempuan, mereka akan sangat tidak setuju. Wanita akan merasa bahwa mereka paham sekali tentang apa yang mereka cari dari seorang pria. Wanita akan dengan tegas berkata, dia akan memilih pasangan secara rasional dengan serangkaian kriteria yang jelas.
Sayangnya itu ngibul :p
Sekarang kita sudah tahu, fakta yang sebaliknyalah yang benar: Cewek itu nggak tahu apa yang sebenarnya diinginkannya, dan pernyataan-pernyataan mereka soal kontrol tentang masalah hati itu murni dan sepenuhnya hanyalah imajinasi mereka belaka. Atau, kalau kita mau membahasakannya dengan lebih sederhana…
Wanita nggak bisa memilih untuk jatuh cinta dengan siapa.
Dengan kata lain, wanita tidak tertarik kepada seorang pria karena dialah yang memutuskan untuk merasakan perasaan itu. Tetapi yang ada dalam pikiran wanita adalah hal tersebut berjalan dengan natural-natural saja seperti yang sudah seharusnya berjalan.
Coba tanya ke teman cewek kita, deh, apa yang membuat mereka tertarik sama cowok terakhir yang mereka suka, dan mereka akan menjawab senada-seirama: “Itu terjadi begitu saja, kok.” Tapi tentu saja kita tahu, nggak ada yang namanya “terjadi begitu saja” tanpa alasan yang jelas, hohoho.
Yeah, dalam soal cinta, setiap wanita terjebak dalam ilusi tentang kontrol dan pilihan.
Tekan Tombol Merahnya, Boy!
Kabar gembiranya adalah meskipun hasrat bawah sadar seorang wanita ini susah untuk terdeteksi, dalam perjalanan saya, saya sudah mengidentifikasi apa-apa saja yang termasuk dalam daftar keinginan-keinginan wanita. Pendeknya, hasrat dan keinginan mereka yang tampaknya rumit ini sudah dapat disederhanakan dalam konsep “Tombol Ketertarikan”.
Pencet saja tombolnya, maka segalanya beres!
Karena seorang perempuan tidak dapat memilih untuk merasa tertarik, maka secara logis kita dapat “memaksa” beliau-beliau ini untuk merasakan ketertarikan selama kita bisa menekan tombol merah ini dalam benaknya, satu demi satu. Dan metode Kuras Sumsum Cuci Otak akan menunjukkan kepada kita semua bagaimana cara memencet tombol ketertarikan ini dengan baik dan benar.

