Cacat di Pikiran Perempuan
Di sisi lain, kita, cowok-cowok, sebenarnya juga punya tombol ketertarikan yang sama-sama bisa dipencet-pencet. Kita tertarik pada seorang wanita secara hampir otomatis bin instan selama kita mampu mendeteksi sifat-sifat tertentu dalam dirinya.
Mari kita lakukan sebuah eksperimen. Coba kita lihat gambar di bawah ini.

Bayangkan perempuan pada gambar di atas berjalan memasuki kamar kita, duduk di pangkuan kita berhadap-hadapan, lalu melingkarkan tangannya di leher kita. Bayangkan hal ini di pikiran kita selama beberapa detik. Saya tunggu. Bagaimana rasanya?
Sekarang bayangkan wanita di bawah ini masuk kamar kita kemudian duduk di pangkuan kita, ngelus-elus pipi kita.

Nah, apa rasanya? :))
Tentu saja. Tentu saja kalau kita ini sehat, darah kita masih merah, punya orientasi seks yang normal, kita bakal terangsang sama mbak-mbak di gambar pertama alih-alih mbah-mbah di gambar kedua. Kita lebih suka gadis manis nan seksi ketimbang nenek-nenek, sekali pun beliau ini punya pengalaman hidup yang lebih banyak 
Kenapa kita bisa kayak gitu? Penjelasannya simpel, yaitu tombol ketertarikan versi cowok akan otomatis terpencet ketika kita melihat kualitas fisik tertentu dari seorang wanita, misalnya proporsi tubuh, kesimetrisan wajah, ukuran payudara, rasio pinggang dan pinggulnya, dan hal-hal lain semacam itulah!
Tapi wanita berbeda. Wanita tidak didorong oleh atribut fisik seperti halnya kita, para pria. Wanita lebih didorong oleh emosinya daripada atribut fisik ataupun yang lainnya.
Jadi, ini berarti bahwa jika kita memiliki kemampuan untuk membangkitkan hasrat serta gairah tertentu dalam emosi pada diri seorang perempuan (dan tenang… Kuras Sumsum Cuci Otak akan memberikan kita keahlian ini, kok), maka oknum kaum hawa tersebut akan langsung merasa tertarik kepada kita tanpa harus merasa perlu untuk mempertimbangkan pilihannya secara sadar! Dengan pendekatan yang tepat, kita bisa mengeksploitasi wanita melalui celah psikologi ini untuk keuntungan kita sendiri, hihihi.
Pendekatannya seperti apa? Pendekatan ini kita sebut saja sebagai “Pengendalian Pikiran”. Dengan mengendalikan pikiran wanita, kita akan memiliki kemampuan a la hacker dan komputer, kita akan mampu meretas isi pikiran mereka, menekan tombol merah yang ada di sana, serta memaksanya memupuk rasa kasih dan sayangnya hanya untuk kita. Dan ingat, ketika seorang wanita akan jatuh cinta pada kita, dia bahkan tidak punya pertimbangan apapun tentang apa yang dipilihnya.
Sebaliknya pula, kalau kita menekan tombol yang salah, yaitu tombol penolakan, maka dia akan kehilangan ketertarikannya pada kita, atau bahkan akan merasa jijik ke kita. Dan sama saja, ketika itu terjadi, wanita tidak akan punya pilihan lain selain menendang kita dari hadapannya.

