KomunikasiPola Pikir

Cacat di Pikiran Perempuan

Fakta menariknya, kenyataan seperti di atas barusan menunjukkan bahwa, ketika seorang cewek merasa tertarik ataupun tidak tertarik pada seorang cowok, hal itu tidak ada hubungannya dengan kita sebagaimana adanya diri kita. Yang terjadi adalah hal tersebut merupakan sebuah respon yang dipicu oleh dua hal berikut ini:

  1. Apa yang kita lakukan; dan
  2. Apa yang kita katakan.

Tentu saja implikasi dari kedua hal di atas adalah selama kita tahu persis tentang apa yang harus kita lakukan dan katakan, kita akan mampu membuat perempuan manapun jatuh cinta kepada kita, apapun status mereka! Semuanya terlepas dari bagaimanapun kondisi kita dan siapapun diri kita ini sebagai seorang pribadi. Dengan begitu, persoalan penampilan atau uang hanya menjadi faktor sekunder yang mendorong ketertarikan mereka — perihal nan tiada terlalu penting selama kita tahu betul apa yang harus kita katakan dan lakukan.

Cara Mengakses Tombol Ketertarikan Perempuan (dengan Manipulasi Emosional)

Sejauh ini kita sudah ngobrol-ngobrol tentang cacat khusus yang ada dalam pikiran perempuan — sebuah fakta di mana seorang wanita tidak akan mampu secara sadar (dan rasional) untuk memutuskan kepada siapa dia akan jatuh cinta, atau dengan kata lain yang sungguh kasar, wanita adalah “robot” yang dapat diprogram untuk merespon apapun keinginan kita selama — ya itu tadi — kita tahu apa yang harus kita katakan dan lakukan. Dalam bahasa metafora, ketika kita mampu menekan tombol ketertarikannya, otomatis dia akan jatuh cinta kepada kita tanpa perlawanan sedikit pun jua :mrgreen:

Maka sekali lagi:

Seorang wanita adalah sebuah “robot” yang bisa diprogram untuk merespon berdasarkan apa yang kita lakukan dan kita katakan kepadanya.

Sekarang mari kita naik ke persneling yang berikutnya, mari kita bicara tentang bagaimana kita bisa mengakses tombol ketertarikan ini.

Kita semua — para cowok — seringnya menganggap bahwa manusia adalah makhluk yang rasional, yang ketika kita mengambil keputusan atau tindakan maka hal-hal tersebut akan didasari oleh logika dan alasan untuk menghasilkan sebuah kesimpulan. Yeah, seperti yang terjadi pada hubungan kita dengan wanita selama inilah, di mana kita menganggap bahwa perempuan incaran kita pastilah juga berpikir secara logis dan rasional.

Iya, kan? Iya, kan?

Sayangnya hal tersebut salah!

Kita salah ketika kita menganggap bahwa diri kita selalu logis. Lebih salah lagi ketika kita menyangka bahwa wanita sama rasionalnya seperti kita. Pada beberapa kasus, yang sebenarnya terjadi adalah keputusan kita biasanya berasal dari emosi kita, baru kemudian kita akan merasionalisasi kembali tindakan kita. Hal ini umum terjadi pada semua manusia, lebih-lebih pada manusia yang berjenis kelamin wanita. Pada wanita, emosi adalah motivator yang yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan serangkaian logika dan alasan.

Mengajak seorang gadis untuk berpikir logis dan koheren adalah sebuah hal yang sia-sia. Muspro, kalau istilahnya orang Jogja. Apa yang seharusnya kita lakukan adalah membujuknya (dalam hal ini tentunya secara terselubung), mengakses tombol ketertarikan dalam pikirannya, yang dengan kata lain adalah memanipulasinya secara emosional.

Kita harus mampu membuat wanita MERASA bahwa kita adalah laki-laki yang tepat untuknya, bukan membuatnya BERPIKIR kalau kita adalah laki-laki yang tepat untuknya. Jika kita mampu memunculkan emosi yang tepat tentang kita pada dirinya, maka selanjutnya barulah dia merasionalkan pilihannya. Kita akan membuatnya SEOLAH-OLAH sudah berpikir bahwa dia memilih kita sebagai pasangannya berdasarkan alur yang logis, koheren, dan rasional.

Pada bahasan berikut, kita akan belajar bagaimana caranya memberikan tidak hanya emosi positif pada perempuan, tetapi juga emosi negatif. Kedua hal tersebut sama perlunya. Kita tidak melulu memberikannya emosi positif, kita juga harus memberikan emosi negatif kepada wanita. Kita akan memberikan roller-coaster emosi kepada mereka, Boy!

1 ... 5 6 7

Mas Quentin

Campuran James Bond dan Buto Cakil. Mengandung Lactobacillus casei. Baik bagi kesehatan janin :)

0 0 votes
Article Rating

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x