Kuras Sumsum Cuci Otak
Sudah pernah baca cerita “Juedai Shuangjiao” karangannya Gu Long?
Saya sudah.
Dan waktu saya kecil, adaptasi cerita itu, serialnya, pernah ditayangin di Indosiar dengan judul “Pertarungan Si Kembar”. Kampretnya, versi film seri yang ditayangin di Indosiar itu agak beda dengan cerita aslinya. Tapi nggak pa-pa, saya juga bukan lagi kepengen cerita soal novel silat ini. Saya cuma mau bilang kalau di cerita itu ada salah satu tokoh penjahat yang jurus andalannya saya jadikan judul materi kali ini.
Jadi konon, Siau Hi Ji, protagonis dalam cerita silat ini, sejak kecil dibesarkan di Ok Jin Kok alias Lembah Sepuluh Penjahat. Di Ok Jin Kok ini tinggallah lima dari sepuluh penjahat paling berbahaya di seluruh dunia persilatan, yang karena sesuatu dan lain hal (baca sendiri novelnya ya 🙂 ) malah mengasuh dan menurunkan seluruh ilmu silatnya kepada Siau Hi Ji.
Lima dari sepuluh penjahat ini antara lain adalah Toh Sat, Si Tangan Berdarah, pemimpin Cap Toa Ok Jin alias Sepuluh Penjahat Ulung; Im Kyu Yu, yang Separuh Setan Separuh Manusia; Li Toa Jui, kanibal yang selalu cuma menyisakan bagian kepala dari tiap manusia santapannya sehingga dijuluki Tidak Memakan Kepala Manusia; Bukan Lelaki Bukan Perempuan, To Kiau Kiau; dan inilah dia lakon kita dalam materi kali ini, Ha Ha Ji, Si Bilah Pisau di Balik Tawa, dengan ilmu andalannya yang berjudul “Kuras Sumsum Cuci Otak”.
Ha Ha Ji ini sejak kecil tinggal di biara, maka penampilannya seperti biksu. Semprulnya, saat usianya belum lagi dewasa Ha Ha Ji sudah tega membunuh gurunya sendiri. Penampilannya ramah dan suka tertawa. Aktingnya luar biasa, bisa membuat korban-korbannya kehilangan kewaspadaannya. Dan seperti nama julukannya, secara harfiah Ha Ha Ji memang menyimpan pisau lontar di punggung sebagai senjata rahasianya.
Lalu apa hubungannya dengan wanita? Secara kasar saya akan bilang kalau sekarang kita akan sama-sama belajar bagaimana mencuci-otak seorang perempuan supaya jatuh cinta — bahkan sampai taraf menghamba — pada kita 😈
Jahat? Memang.
Tapi bukan itu pertanyaan utamanya. Pertanyaan yang seharusnya kita lontarkan adalah apakah bisa?
Apakah kita bisa mendekati perempuan asing, berkenalan, lalu membuatnya tergila-gila ke kita hanya dalam waktu 15 menit? Kelihatannya kok nyaris mustahil ya…
Sayangnya jawabannya adalah bisa, dan kita akan sama-sama mempelajarinya 😉 Tapi sebelum kita ke sana bersama-sama, izinkan saya bercerita terlebih dahulu.
Batasan dari sebuah kemungkinan hanya bisa dipahami dengan cara mencoba melampaui suatu hal yang kayaknya mustahil.
– Robert Davis Chaniago, ahli masakan Padang-Perancis


mana lanjutannya senpai??
Ini. Silakan 🙂