Mengeliminasi Approach Anxiety
Dalam konteks Tiga Puluh Hari Mencari Cinta yang sedang kita pelajari ini, PM mungkin akan berbentuk sebagai suara, gambar, atau imajinasi fisik yang mencegah kita mendekati ataupun berkenalan dan berteman dengan orang asing. Nah, maka mari kita kenali jenis-jenis media dalam diri kita yang digunakan oleh PM untuk mengintimidasi kita demi membatalkan misi-misi sosialisasi kita.
Suara-suara dari PM ini bisa mencakup:
- Keraguan pada diri sendiri: “Kamu itu nggak tahu apa yang kamu katakan,” atau, “Ingat nggak, terakhir kali kamu malah bikin runyam segalanya.”
- Keraguan lain: “Dia kayaknya sudah punya pacar,” atau, “Cewek kayak dia nggak bakalan tertarik sama saya,” atau lagi, “Dia kelihatannya lagi sibuk, saya pasti hanya akan mengganggunya.”
- Keraguan dari lingkungan: “Orang-orang bakal ngetawain saya,” “Dia nggak bakal bisa ndengerin saya, di sini terlalu berisik.”
- Rasionalisasi eksistensial: “Buat apa? Toh kamu nggak akan berhasil,” atau, “Saya masih lebih senang kumpul sama teman-teman saya sendiri,” masih atau, “Aku lagi nggak mood.”
- Penilaian ngawur: “Dia nggak cukup menarik,” atau “Levelnya terlalu dangkal buatku.”
Bayangan-bayangan PM ini bisa berupa kekhawatiran tentang dicampakkan, diejek atau di-bully, sendirian dan sedih, diamati dan dinilai, ditampar atau malah dipukuli, ditolak, sampai juga gara-gara kita melihat cowok lain yang kayaknya lebih sukses berada di ruangan yang sama.
PM juga bisa memberikan sugesti lewat sensasi fisik, contohnya ketika kita mau berantem atau pas naik pesawat. Ketika suatu ancaman terdeteksi di radar kita, respon stress akut melepaskan adrenalin ke dalam sistem kita. Hormon yang satu ini akan mempercepat pernafasan dan jantung kita, mempersempit pembuluh darah, menegangkan otot, mengecilkan pupil, menaikkan kadar gula dalam sistem peredaran darah kita, serta melemahkan kekebalan tubuh kita.
Bangunkan PB Kita
Supaya approach anxiety kita lenyap, yakinkan diri kita sendiri bahwa, secara logis percakapan yang dibuat oleh PM kita sama sekali nggak benar dan malah menjerumuskan kita sendiri. Pada tugas hari pertama, kita sudah membaca juga ada beberapa mitos yang salah yang disusun oleh PM kita. Yang dibahas di situ adalah beberapa respon rasional yang bisa digunakan oleh PB kita untuk mengatasi bisikan-bisikan setan dari PM. Misalnya, kalau PM bilang, “Dia nggak bakal ndengerin kamu,” maka PB harus membalas, “Kalau dia nggak ndengerin saya, saya bakal tersenyum dan mengulangi omongan saya dengan lebih keras, lebih jelas, dan lebih perlahan.”

