Mengeliminasi Approach Anxiety
Lalu kami akhirnya ngobrol selama 45 menit, dan di akhir obrolan kami malah saling bertukar kontak. Padahal aslinya, latihan ini dirancang untuk menunjukkan bahwa, diusir atau ditolak itu tidaklah menyakitkan, tetapi malah mengajari kita kalau kita dapat membukan obrolan dengan mengatakan apapun asal kita percaya diri, kongruen, dan enerjik.
Coba, deh, buktiin sendiri. Lain kali, kalau kita ketemu orang lain yang ingin kita ajak bicara, buka mulut kita dan katakan apapun yang ada di pikiran kita. Selama pertanyaan atau komentar kita tidak menyinggung, kita akan kaget bagaimana sulitnya kita ditolak mentah-mentah.
Sehabis menjajal hal ini beberapa kali, kita juga akan sadar bahwa, setiap orang merespon dengan cara yang berbeda. Jadi, kita bisa mengubah perilaku kita untuk tidak mengarapkan apapun sambil bersiap menghadapi apapun, seperti kata-katanya Hanzo Hattori…eh, Hazo Samuel:
Berharap segalanya, dan segalanya akan nggak ada.
Jangan berharap apapun, dan apapun akan nampak segalanya.

Bacaan Selanjutnya: Berhenti!

