Mengeliminasi Approach Anxiety
Yang benar, jangan pikirkan hasilnya. Dengan tidak lagi memikirkan hasilnya — tapi tetap berpikir tentang proses mencapai tujuan kita — maka itu akan mengurangi ketakutan kita secara signifikan. Inilah mengapa Tiga Puluh Hari Mencari Cinta dirancang dengan tugas-tugas kecil yang gampang dilakukan, dan bukannya tugas besar yang kelihatannya mustahil diselesaikan.
Manusia itu memang sukar diprediksi. Terkadang kita malah bisa menjadi sangat kaget. Inilah yang menyebabkan fase pendekatan menjadi sangat menarik. Jadi, kenapa harus membatasi kemungkinan suatu pertemanan baru hanya karena kita terlalu fokus pada satu tujuan utama?
Hilangkan Kata “Kegagalan” dari Kamus Kita
Kata “gagal” bisa mempunyai arti yang berbeda-beda bagi setiap orang. Buat kebanyakan manusia, kegagalan berarti ketika kita ditolak saat mendekati seorang gadis manis. Buat saya, kegagalan adalah ketika kita menyerah atau malah tidak mencoba mendekati wanita sama sekali.
“Penolakan” adalah kata lain yang sering disalahartikan dan disalahgunakan. Definisi penolakan adalah tidak mau menerima. Jadi kalau misalnya kita menawarkan rokok ke seseorang yang baru saja kita kenal, dan dia berkata, “Nggak, terima kasih,” itu berarti kita telah ditolak. Nah, apakah di situ ada perasaan emosional? Biasanya, sih, tidak.
Lalu kalau kita mengajak seseorang pergi ke sebuah acara, dan dia berkata, “Tidak, terima kasih,” juga, itu sama saja nggak ada bedanya. Kasusnya, bagi sebagian besar orang utan hal tersebut berbeda, dan inilah mengapanya: Ketika cuma perkara rokok yang ditolak, kita berpikir, mungkin dia tidak mau rokok. Tapi, ketika undangan kita ditolak seseorang, kita berpikir, kenapa, sih, dia nggak mau ikut aku? Bagaimana bisa dia memutuskan kalau dia nggak mau sama kita?
Ya bisa, dong. Dia, kan, baru saja mengenal kita. Secara teknis, dia adalah orang asing. Dia nggak tahu betapa hebatnya kita, teman-teman kita, dan keluarga kita. Maka, kenapa kita harus memberi prioritas lebih tentang penilaiannya terhadap kita? Kenapa juga kita terbawa perasaan hanya gara-gara pendapat orang asing?
Kita semua tahu, kok, jawabannya adalah: PM!

