Pembukaan
Arahan berikut ini mencakup dasar-dasar menggunakan dan mengembangkan kalimat pembuka. Besok, kita akan mempelajari dua teknik tambahan lagi untuk menjadikannya (nyaris) selalu berhasil.
Jenis-Jenis Kalimat Pembuka
Kalimat pembuka yang baik seharusnya memiliki empat tujuan dasar sebagai berikut:
- Tidak mengancam dan tidak membuat risih lawan bicara;
- Menimbulkan rasa penasaran dan menstimulasi imajinasi lawan bicara;
- Sebagai batu loncatan untuk obrolan selanjutnya; dan
- Sebagai wahana untuk menunjukkan karakter kita.
Terdapat banyak jenis kalimat pembuka, beberapa di antaranya adalah:
- Pembukaan langsung, di mana kita menyatakan ketertarikan romansa — atau bahkan seksual — kita secara langsung;
- Pembukaan situasional, di mana kita berkomentar tentang sesuatu di sekitar kita;
- Pembukaan tak langsung, di mana kita memulai percakapan yang menghibur dan spontan yang tidak berkaitan dengan lingkungan sekitar ataupun lawan bicara kita.
Seluruh jenis pembukaan di atas sebenarnya bisa digunakan, tetapi dua jenis pertama seringnya masuk dalam kategori “mau ngeseks?”. Kita boleh saja menggunakannya, tetapi jika dan hanya jika si perempuan memang tertarik pada kita sejak awal, atau menunjukkan tanda-tanda ketertarikan. Tetapi lagi, tetap saja pembukaan tersebut bisa gagal.
Saya sendiri, sih, lebih memilih kalimat pembuka tak langsung karena — jika dilakukan dengan benar — akurasi keberhasilannya bisa mencapai 95%, dan itu adalah persentase yang bagus dalam permainan semacam ini.
Bagusnya, tersedia banyak skenario pembukaan tak langsung yang sudah ditulis atau dipikirkan sebelumnya. Kita tinggal memakainya saja di lapangan.
Mungkin hal ini bakal kelihatan aneh buat kita. Kita mengucapkan sesuatu yang sudah diskenariokan sebelumnya. Tapi, jika kita belum mempunyai kalimat pembuka dan perlu waktu untuk memikirkannya terlebih dahulu, kita tidak perlu ragu untuk menggunakan skenario-skenario yang sudah tersedia. Suatu saat nanti, seiring makin intensnya latihan kita, kita akan bisa memulai kesuksesan interaksi kita, dengan mengucapkan apapun secara spontan, di depan wanita idaman kita.
Untuk tahap awal, anggap saja pembukaan tak langsung yang sudah diskenariokan sebelumnya sebagai bahan latihan. Percayalah, walaupun sudah dirancang sebelumnya, dan kelihatan nggak spontan, skenario ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, yang saking tingginya sebagian besar pria malah tidak mau meninggalkannya.
Sebelum Pembukaan
Permainan sudah dimulai sebelum kita membuka mulut.
Karena fase pendekatan awal adalah momen yang penting, maka semuanya, mulai dari sikap tubuh sampai tingkat energi kita memiliki peran yang signifikan. Jadi selalu ingat-ingatlah poin-poin berikut ini ketika kita melakukan PDKT ke seorang atau sekelompok wanita yang masih asing:

