KomunikasiPanduan

Pembukaan

1. Milikilah tujuan yang baik ketimbang sekadar berkenalan wanita untuk menidurinya, karena di sini aura dan niatan kita sudah bisa terdeteksi oleh radar sang wanita. Segera setelah kita menatapnya, menilai, atau terlihat tergila-gila pada wanita di depan kita, bahkan jika sekalipun si wanita tidak bisa melihat kita, kita sudah kehilangan segalanya, termasuk wanita-wanita lainnya di belakang kita. Alasannya adalah aura kita terdeteksi mengerikan dan putus asa, serta juga tidak kelihatan menarik, tidak lucu, dan tidak layak ditemui.

2. Setiap orang ingin berada di dekat orang yang ngetop di dalam sebuah ruangan. Maka karena sebagian besar kelompok dalam sebuah ruang publik tidak mengenal satu sama lain, yang kita butuhkan adalah membuat ilusi seakan-akan kita adalah orang paling top (yang lainnya Beng-Beng) pada momen tersebut. Dari pertama kita masuk, terlibatlah dalam suatu percakapan yang menarik dengan teman-teman kita, tertawa, bersenang-senang, dan nikmati obrolan.

3. Kemudian, ketika kita mengetahui ada yang mendekat, berbaliklah dan mulai percakapan. Jangan ragu atau malah berhenti sejenak untuk mengamati situasi. Seni pendekatan adalah seni tentang spontanitas. Jika kita menunggu terlalu lama, apalagi jika yang mendekat tersebut berjenis kelamin perempuan, si mbak bakal sadar kalau kita sedang mengamatinya dan itu bisa membuatnya risih — atau yang paling mungkin terjadi, kita gugup dan tentu saja hal itu akan membatalkan pendekatan kita.

4. Jangan mendekati seseorang atau kelompok orang langsung dari depan. Yang seperti itu kesannya terlalu to the point dan konfrontatif. Jangan! Yang seharusnya kita lakukan adalah bertanyalah dengan menoleh ke arahnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesan bahwa perhatian kita sebenarnya sedang tertuju ke arah lain, dan kita cuma berhenti sejenak untuk mengajukan pertanyaan singkat. Setelah orang atau kelompok tersebut mulai menikmati percakapan dengan kita, barulah kita bisa berputar menghadap ke arah mereka.

5. Jangan mencondongkan tubuh kita ke arah seseorang atau kelompok. Jika kondisi tempatnya memang ramai binti berisik, atau lawan bicara kita sedang duduk, tetaplah berdirilah dan bicaralah lebih keras. Kalau semuanya lancar, nggak lama kemudian kita akan duduk bersama lawan bicara kita atau pindah ke tempat yang relatif lebih sepi.

6. Tersenyumlah ketika mendekat, bahkan jika kita terpaksa harus pasang senyum palsu. Kenapa? Karena hal ini memperbesar kemungkinan lawan bicara kita merespon secara positif. Pada lapisan alam bawah sadar, senyum memberikan sinyal kepada target bahwa kita adalah seorang teman dan bukan jenis manusia yang berbahaya.

7. Level energi kita harus sama atau sedikit lebih tinggi ketimbang lawan bicara yang kita dekati. Namanya saja tempat publik, ya biasanya orang keluar jalan-jalan pastilah untuk bersenang-senang. Jadi jika kita bisa memberikan kontribusi kesenangan kepada mereka, kita akan disambut dengan hangat. Sebaliknya, kalau kita mengganggu kesenangan mereka gara-gara tingkah kita yang sulit dipahami, apapun yang kita katakan nggak ada gunanya — mereka bakal mengusir kita secepatnya.

Cara untuk meningkatkan energi bisa kita lakukan dengan berbicara lebih keras, menggunakan gestur tangan, tetaplah nyambung dengan lawan bicara kita, dan tunjukkan ekspresi senyum lewat mulut dan mata kita. Tapi ingat! Jangan berlebihan, karena nanti kesannya malah jadi aneh.

8. Pastikan kalau semua orang mendengar kita, memperhatikan kita, dan terlibat dalam obrolan. Jika dalam kelompok tersebut kita sampai kehilangan satu orang, kita akan terkena risiko kehilangan semuanya. Maka jika kita merasa ketertarikan seseorang dalam kelompok mulai menurun, ajak dia ke dalam percakapan sambil menyebutkan namanya, atau komentari sesuatu yang sedang dipakainya atau sedang dilakukannya.

12 3 4 ... 7

Mas Quentin

Campuran James Bond dan Buto Cakil. Mengandung Lactobacillus casei. Baik bagi kesehatan janin :)

5 1 vote
Article Rating

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x