Pembukaan
Skenario pembukaan yang gampang dilakukan untuk kita yang masih pemula ini saya sebut dengan judul “Temanku nan Kampret”, yang berasal dari pengalaman saya dengan perempuan yang kemudian jadi teman kencan saya. Poin plusnya, skenario ini bisa membantu meyakinkan kita apakah mbak-mbak target kita berminat atau nggak berminat dengan hubungan serius untuk jangka panjang.
Inilah dialog yang kira-kira terjadi, yang bisa kita pakai di malam hari, di kafe, bar, atau juga klub malam. Atau kalau kita sedang berada di siang hari, pura-pura saja kalau kita baru menelepon seorang teman.
Kita yang cool (KYC): “Hei, boleh minta sedikit pendapat kalian, dong. Saya kepengen ngasih nasehat ke teman saya di sebelah sana itu, tapi kami ini semuanya cowok. Jadi kami nggak punya pengetahuan soal masalah ini.”
Mbak-mbak target kita (MTK): “Apa itu?”
KYC: “Oke, ada dua pertanyaan. Kalau kamu lagi jalan sama seorang cowok selama tiga bulan, dan dia nggak mau bergaul dengan salah satu dari temanmu yang cowok, apa respon yang pas? Asumsinya adalah cowok ini cuma sekadar temanmu, nggak lebih.”
MTK: “Mungkin aku bakal putus sama dia.”
KYC: “Pertanyaan kedua. Ini asumsi juga. Bagaimana kalau temanmu ini pernah tidur bareng kamu? Apa itu berarti ada sesuatu yang lebih?”
MTK: “Aku temanan sama beberapa mantan pacarku, tapi yang lain…aku nggak bisa berteman dengan mereka. Jadi, ya semuanya tergantung.”
KYC: “Baiklah, masuk akal. Alasan saya nanya ke kalian adalah karena temanku di sana sudah pacaran selama tiga bulan, dan pacarnya kepengen dia berhenti komunikasi sama salah satu teman ceweknya. Padahal selama bertahun-tahun mereka benar-benar temanan, nggak pernah mesra-mesraan apalagi sampai yang lebih. Problemnya adalah, kalau temanku sampai berhenti komunikasi dengannya, hubungan dengan pacarnya pasti ada embel-embel kekecewaannya. Sebaliknya, kalau temanku tetap berkomunikasi dengannya, sudah jelas pacarnya yang bakal kecewa.”
MTK: “Yang kayak gitu pernah juga kejadian sama aku, dan…bla bla bla bla bla…”
Satu hal yang mesti diingat, jika kita ngobrol dengan suatu kelompok, tanyakan pendapat semua orang di dalamnya, termasuk kalau kebetulan ada laki-laki juga di situ. Semuanya harus kita tanyai, jangan ada yang terlewat. Kalau sampai ada yang terlewat, berarti akan ada yang merasa bosan, yang kemudian dapat mempengaruhi kelompoknya untuk mengusir kita.
Yang penting adalah ketika kita mengatakan kalimat pembuka di atas ataupun pembukaan yang lainnya, ingat-ingat bahwa yang krusial bukan hanya kata-kaya, tetapi juga sikap kita. Pembukaan hanya digunakan untuk mencairkan suasana (ice-breaking) dan mendapatkan perhatian dari kelompok tersebut. Pembukaan tidak mengandung hal-hal gho’ib atau magis yang bisa membuat perempuan bertekuk lutut. Pembukaan hanyalah suatu cara untuk menjaga mulut kita tetap bergerak ketika kita sedang dalam proses menunjukkan karakter kita yang mempesona.

